Selasa, 21 Agustus 2012

It's a Rainy Day

Do you remember

Before the rain came down

You were so full of life

So bring that right back round

It's a rainy day...
»»  Read More...

Senin, 20 Agustus 2012

Ya Illahi...

Bayangan merangkak terseok-seok menyusuri jalan lurus-Mu...
Semua gulita menghimpit hatiku...
Menyesakkan rongga-rongga keimananku...
Imanku yang tak seberapa kokoh...
Tinggal nama tak berjiwa sepenuh hamba-Mu yang teruji putih...
Hukum aku karena kemunafikanku...
Aku munafik menyebut asma-Mu...
Aku munafik menjalankan perintah-Mu...
Aku munafik tersenyum pada rahmat-Mu...
Apakah pantas ku pinta ampunan-Mu?
Sementara hatiku munafik menyembah-Mu?
Hukum aku andai pantas ku pinta ampunan-Mu...
»»  Read More...

Take It or Leave It


Resiko, pasti akan selalu ada. Karena setiap pilihan mengandung resiko tersendiri. Hidup itu penuh dengan pilihan. Walau pun ketika kita hanya memilih untuk diam, tak bergeming, terpaku di tempat, tidak memilih apa-apa, itu juga punya resiko. Intinya, apa yang kita lakukan adalah pilihan walau kita menganggap bahwa kita sedang tidak memilih. Jadi, anggapan tidak sedang memilih apa-apa juga termasuk ke dalam pilihan. Resiko tidak melulu berisi sesuatu yang negatif, resiko juga bisa berwujud positif. Seluruhnya bergantung kepada pilihan yang kita ambil. Apakah akan berdampak baik atau buruk. Yang membuat orang enggan bergerak adalah takut salah saat memilih yang dapat berujung kepada perolehan resiko bernilai negatif. Apa pun hasilnya, kita tetap akan mendapat sesuatu yang kasat mata yang mereka katakan “hikmah”.

»»  Read More...

Bintang Untuk Ibu

Ingatkah ibu? Waktu ku kecil, kau selalu berkata bahwa kelak aku akan menjadi salah satu bintang yang ku tunjuk dengan asal di langit sana. Kala itu di malam saat kita sedang melihat langit dan aku duduk dalam pangkuanmu. “Karena bintang itu bisa bersinar dan menyinari semua yang ada disekitarnya” tuturmu saat aku bertanya mengapa. “Artinya, bintang itu bisa membagi cahayanya saat benda-benda langit yang lain membutuhkan cahaya”. Aku mengangguk-angguk setuju, karena aku sangat takut dengan gelap. Pikiran naif kecilku senang bukan kepalang karena aku tidak perlu takut lagi saat aku berada dalam gelap, karena aku akan bersinar seperti bintang. “Kapan aku bisa jadi bintang, bu?” tanyaku tak sabar ingin bisa bersinar sendiri, dalam bayanganku aku akan seperti bola lampu yang tergantung di teras rumahku. Kau pun hanya tersenyum dan berkata, “nanti, suatu hari nanti, asal kamu harus jadi anak yang baik, jadi ayu nggak boleh nakal.” Ujarnya seraya merangkulku lebih erat. Aku pun tersenyum puas, karena aku akan jadi bintang suatu hari nanti. Tentu saja waktu itu aku belum mengerti apa maksudmu ibu. Sudah belasan tahun sejak hari itu, aku belum bisa menjadi seperti yang ibu inginkan. Yang kutahu, semakin aku dewasa hidup menjadi lebih tak mudah. Bukan aku yang bersinar memberi cahaya, tapi malah aku yang diberi cahaya. Ibu, mungkin bukan hari ini, mungkin suatu hari nanti, walau tak bisa menjadi bintang banyak orang aku pasti akan menjadi bintang untukmu seorang.
»»  Read More...

And I Think to Myself, "What a wonderful world..."

I see trees of green, red roses too
I see them bloom for me and you
And I think to myself what a wonderful world.

I see skies of blue and clouds of white
The bright blessed day, the dark sacred night
And I think to myself what a wonderful world.

The colors of the rainbow so pretty in the sky
Are also on the faces of people going by
I see friends shaking hands saying how do you do
They're really saying I love you.

I hear babies crying, I watch them grow
They'll learn much more than I'll never know
And I think to myself what a wonderful world
Yes I think to myself what a wonderful world.

--- What a Wonderful World - Louis Armstrong ---
»»  Read More...