Minggu, 28 Oktober 2012

Anomali



Sungguh sama sekali aku bingung
Keanehan sikapmu melesat jauh menembus awan-awan panca indraku
Membumbung tinggi melampaui batas-batas rasionalku
Tak teridentifikasi layaknya nebula yang mengepul menjajari lubang hitam
Namun terkadang hadirmu bagai sinyal-sinyal satelit nun jauh di antah berantah
Tak terdeteksi...
Kadang ada, kadang tiada...
Di lain waktu, kita seperti kutub utara dan kutub selatan
Layaknya kutub-kutub yang saling mengikat, saling tarik menarik
Namun dalam waktu yang bersamaan, seakan kita memiliki kutub yang sama saling tolak menolak
Saling berbeda seperti air dan api
Kedekata kita tak terdefinisi, seperti benda-benda langit yang jauh di sana
Atau mungkinkah kita diciptakan untuk tak seharusnya saling bersinggungan?
Atau sama dimaklumi hanya karena kita anomali?

(Ayu, Pekanbaru, 10 Januari 2011)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar