Sungguh sama sekali
aku bingung
Keanehan sikapmu
melesat jauh menembus awan-awan panca indraku
Membumbung tinggi
melampaui batas-batas rasionalku
Tak teridentifikasi
layaknya nebula yang mengepul menjajari lubang hitam
Namun terkadang
hadirmu bagai sinyal-sinyal satelit nun jauh di antah berantah
Tak terdeteksi...
Kadang ada, kadang
tiada...
Di lain waktu, kita
seperti kutub utara dan kutub selatan
Layaknya kutub-kutub
yang saling mengikat, saling tarik menarik
Namun dalam waktu
yang bersamaan, seakan kita memiliki kutub yang sama saling tolak menolak
Saling berbeda
seperti air dan api
Kedekata kita tak
terdefinisi, seperti benda-benda langit yang jauh di sana
Atau mungkinkah kita
diciptakan untuk tak seharusnya saling bersinggungan?
Atau sama dimaklumi
hanya karena kita anomali?
(Ayu, Pekanbaru, 10 Januari
2011)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar