Berpasang-pasang
mata menghujam ke arahku. Tatapan mereka seperti menuntut sesuatu yang sangat
besar dariku. Kudapati diriku tersudut
menggigil ketakutan. Aku sendiri dan mereka ada puluhan jumlahnya. Apa yang
mereka inginkan dariku? Dan bagaimana bisa aku ada di sini? Tiba-tiba mereka
berteriak, mengacung-acungkan tangannya, persis seperti para demonstran yang
minta keadilan dari sang penguasa negeri. Suara mereka begitu menggelegar tapi
anehnya aku tak bisa menangkap satu kata pun dari apa yang mereka ucapkan. Tatapan
nanar tanpa ampun itu terus mengikuti setiap gerak napasku. Aku sendiri dan
mereka ada puluhan jumlahnya!
Tiba-tiba dan
entah dari mana seseorang menarik tanganku. “Cepat lari!!!” desisnya. Ia
mencengkram tanganku kuat sekali. Aku limbung terseok-seok mengikuti langkahnya
yang cepat-cepat. “Kenapa aku harus berlari???” aku berteriak sekuat tenaga
tapi suaraku hanya udara yang kosong. Aku tidak bisa bersuara. Kucoba sekali
lagi, kukumpulkan semua tenaga yang masih tersisa. Disela-sela pelarianku aku
pun berteriak, “Aku ada dimana?? Siapa kau???” tak ada suara yang keluar.
Semuanya hanya tertanam di dalam benakku. Ia, yang tak pernah kulihat
sebelumnya, terus mencengkram tanganku. Memaksaku untuk terus berlari. Aku tak
habis pikir. Ini pasti hanya sebuah mimpi. Tapi mengapa duri mawar liar yang
menyayat kaki dan tanganku terasa sangat perih??
Ada ribuan
pertanyaan dalam benakku. Tapi tak satu pun bisa terjawab. Aku menoleh ke
belakang. Orang yang puluhan jumlahnya tadi masih mengejar kami. Kenapa kami,
lebih tepatnya aku, harus berkejar-kejaran seperti ini?? Aku pasti bermimpi.
Tapi mengapa sengal napasku terasa begitu nyata? Dan cengkraman tangan dari
sosok yang tak kukenal ini juga sangat nyata?? Sungguh aku tak habis pikir. Aku
jadi teringat sebuah film berjudul “Inception” yang dibintangi oleh Leonardo De
Caprio, kisahnya berkisar seputar mimpi. Mimpi di dalam mimpi. Di mana
seseorang dapat memasuki mimpi orang lain dengan bantuan suatu zat kimiawi yang
disuntikkan ke dalam sebuah alat lalu dihubungkan ke dalam otak kita. Dan aku
pasti secara tidak sengaja telah masuk ke dalam mimpi laki-laki misterius ini.
Ah, pikiranku pasti sudah mulai kacau karena suasana yang sangat menegangkan
ini.
Kami masih terus
berlari dan berlari di tengah-tengah lebatnya hutan, entah sampai kapan dan
dimana aku harus mengikuti lelaki ini. Kami berlari di antara ranting-ranting
pohon dan tumbuhan perdu yang lebat. Aku tak bisa melihat dengan jelas apa yang
ada di depan kami karena kabut tebal menyelimuti hutan ini. Kabut ini seolah
dikirim untuk mengintimidasi setiap gerak-gerik kami, menghembuskan hawa dingin
yang semakin menambah kengerian di sudut-sudut pikiranku, mendominasi setiap
celah di sekitar kami hingga jarak pandang kami hanya tinggal beberapa meter
saja. Tiba-tiba saja lelaki tak dikenal ini berhenti, aku yang tak siap akan
gerakan mendadak ini menubruk punggungnya, kurasakan tubuhku terhuyung. Mungkin
aku sudah jatuh jika ia tak terus mencengkram tanganku sejak tadi. Kusadari
keheningan tiba-tiba menggantung di udara. Perlahan kabut tebal itu pun sirna. Kudapati
aku semakin terperangah. Kulihat jurang
yang dalam menganga di hadapan kami. Mengapa tiba-tiba ada jurang di sini??? Cukup
satu langkah yang kubutuhkan untuk terjun bebas masuk ke dalamnya yang terjal dan
pekat di depan kami. Dan dapat dipastikan kami sudah jatuh sedari tadi jika
kami, tepatnya dia, tak berhenti berlari.
Aku merasakan
degub jantungku kembali mamacu. Kulihat ia masih menatap jauh ke depan dengan
matanya yang tajam dan awas. Apa yang sedang ia pikirkan? Samar-samar kudengar
derap langkah-langkah kaki yang mengejar kami sesaat tadi kian mendekat. Aku
kebingungan mencari celah untuk tetap berlari. Namun terlambat, kami telah
terkepung. Aku ketakutan melihat mata-mata tajam muncul d iantara kabut-kabut
tipis yang seakan-akan dapat mencabik-cabik apa yang ada di hadapan mereka. Aku
tak tahu apa yang sebenarnya yang telah dan akan terjadi. Kurasakan cengkraman
tangannya semakin kuat. Tiba-tiba ada satu hentakan yang begitu kuat dan
kudapati tubuhku ringan dan melayang jatuh mengikuti gravitasi. Lalu....
Aku pun
terbangun dari tidurku...
Fiuuhhh...
Ternyata ini hanya mimpi :D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar