Sabtu, 20 Oktober 2012

Bermimpi Dalam Mimpi



Berpasang-pasang mata menghujam ke arahku. Tatapan mereka seperti menuntut sesuatu yang sangat besar dariku. Kudapati  diriku tersudut menggigil ketakutan. Aku sendiri dan mereka ada puluhan jumlahnya. Apa yang mereka inginkan dariku? Dan bagaimana bisa aku ada di sini? Tiba-tiba mereka berteriak, mengacung-acungkan tangannya, persis seperti para demonstran yang minta keadilan dari sang penguasa negeri. Suara mereka begitu menggelegar tapi anehnya aku tak bisa menangkap satu kata pun dari apa yang mereka ucapkan. Tatapan nanar tanpa ampun itu terus mengikuti setiap gerak napasku. Aku sendiri dan mereka ada puluhan jumlahnya!
Tiba-tiba dan entah dari mana seseorang menarik tanganku. “Cepat lari!!!” desisnya. Ia mencengkram tanganku kuat sekali. Aku limbung terseok-seok mengikuti langkahnya yang cepat-cepat. “Kenapa aku harus berlari???” aku berteriak sekuat tenaga tapi suaraku hanya udara yang kosong. Aku tidak bisa bersuara. Kucoba sekali lagi, kukumpulkan semua tenaga yang masih tersisa. Disela-sela pelarianku aku pun berteriak, “Aku ada dimana?? Siapa kau???” tak ada suara yang keluar. Semuanya hanya tertanam di dalam benakku. Ia, yang tak pernah kulihat sebelumnya, terus mencengkram tanganku. Memaksaku untuk terus berlari. Aku tak habis pikir. Ini pasti hanya sebuah mimpi. Tapi mengapa duri mawar liar yang menyayat kaki dan tanganku terasa sangat perih??
Ada ribuan pertanyaan dalam benakku. Tapi tak satu pun bisa terjawab. Aku menoleh ke belakang. Orang yang puluhan jumlahnya tadi masih mengejar kami. Kenapa kami, lebih tepatnya aku, harus berkejar-kejaran seperti ini?? Aku pasti bermimpi. Tapi mengapa sengal napasku terasa begitu nyata? Dan cengkraman tangan dari sosok yang tak kukenal ini juga sangat nyata?? Sungguh aku tak habis pikir. Aku jadi teringat sebuah film berjudul “Inception” yang dibintangi oleh Leonardo De Caprio, kisahnya berkisar seputar mimpi. Mimpi di dalam mimpi. Di mana seseorang dapat memasuki mimpi orang lain dengan bantuan suatu zat kimiawi yang disuntikkan ke dalam sebuah alat lalu dihubungkan ke dalam otak kita. Dan aku pasti secara tidak sengaja telah masuk ke dalam mimpi laki-laki misterius ini. Ah, pikiranku pasti sudah mulai kacau karena suasana yang sangat menegangkan ini.

Kami masih terus berlari dan berlari di tengah-tengah lebatnya hutan, entah sampai kapan dan dimana aku harus mengikuti lelaki ini. Kami berlari di antara ranting-ranting pohon dan tumbuhan perdu yang lebat. Aku tak bisa melihat dengan jelas apa yang ada di depan kami karena kabut tebal menyelimuti hutan ini. Kabut ini seolah dikirim untuk mengintimidasi setiap gerak-gerik kami, menghembuskan hawa dingin yang semakin menambah kengerian di sudut-sudut pikiranku, mendominasi setiap celah di sekitar kami hingga jarak pandang kami hanya tinggal beberapa meter saja. Tiba-tiba saja lelaki tak dikenal ini berhenti, aku yang tak siap akan gerakan mendadak ini menubruk punggungnya, kurasakan tubuhku terhuyung. Mungkin aku sudah jatuh jika ia tak terus mencengkram tanganku sejak tadi. Kusadari keheningan tiba-tiba menggantung di udara. Perlahan kabut tebal itu pun sirna. Kudapati aku semakin  terperangah. Kulihat jurang yang dalam menganga di hadapan kami. Mengapa tiba-tiba ada jurang di sini??? Cukup satu langkah yang kubutuhkan untuk terjun bebas masuk ke dalamnya yang terjal dan pekat di depan kami. Dan dapat dipastikan kami sudah jatuh sedari tadi jika kami, tepatnya dia, tak berhenti berlari.
Aku merasakan degub jantungku kembali mamacu. Kulihat ia masih menatap jauh ke depan dengan matanya yang tajam dan awas. Apa yang sedang ia pikirkan? Samar-samar kudengar derap langkah-langkah kaki yang mengejar kami sesaat tadi kian mendekat. Aku kebingungan mencari celah untuk tetap berlari. Namun terlambat, kami telah terkepung. Aku ketakutan melihat mata-mata tajam muncul d iantara kabut-kabut tipis yang seakan-akan dapat mencabik-cabik apa yang ada di hadapan mereka. Aku tak tahu apa yang sebenarnya yang telah dan akan terjadi. Kurasakan cengkraman tangannya semakin kuat. Tiba-tiba ada satu hentakan yang begitu kuat dan kudapati tubuhku ringan dan melayang jatuh mengikuti gravitasi. Lalu....
Aku pun terbangun dari tidurku...
Fiuuhhh... Ternyata ini hanya mimpi :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar